Postingan

Menampilkan postingan dengan label myfatherhaddone

Tuhan, Sakittt

Gambar
[Tuhan, Sakitt..] Aku duduk di sisi-Nya Tidak ada suara Tidak ada kata Hanya aku dan Dia Ucapan tak lagi sanggup menjelaskan Isi hati yang terdalam Tapi aku tahu Dia tahu Dia merasakan yang kurasa Dia menangis bersamaku Mengerti lukaku Ia tidak memihakku untuk membenarkan diri Tapi Dia mengerti lukaku Dia duduk bersamaku Dalam keheningan Dia mendengarkan sayatan hatiku Dalam kesunyiaan Dia mengerti sesakku Saat aku menangis Aku melihat luka yang kurasakan di matanya Ia mengerti Lebih mengerti dari yang kubayangkan Sakit.... Sakit... Sakit... Lalu rasa perih itu memudar Rasa sesak itu menjadi samar Ia menunjukkan janji-Nya Ia memberikanku pengertian yang tak pernah kukira Dia buka mataku Melihat apa yang Ia lihat Mengerti apa yang menjadi pikiran-Nya Saat aku tersadar lukaku telah Ia pulihkan Masih ada goresan di sana Tapi Ia menjadikannya hiasan Agar aku menjadi lebih dewasa Dan saat aku melihat wajah-Nya Semuanya jadi terasa mungkin Mungkin untuk aku bisa mengampuni Mungkin untuk aku ...

Banyak Minta Ampun Saat Kecewa

Gambar
Eh, ga salah tuh judul?? Ga. Bener kok. Waktu kita dikecewakan, banyak-banyak minta ampun. Eh, mungkin orang lain ga berlaku. Tapi ini berlaku buat saya. Setiap kali saya kecewa, saya sulit percaya orang lain. Otak saya mulai mencari-cari alasan bahwa saya adalah korban dan orang itu menyakiti saya. Dari situ saya mulai menghakimi lalu hati saya menjadi keras. Marah pada 1 orang jadi marah pada semua orang. Berdoa sama Tuhan melepaskan pengampunan, tapi belum lega.. Ternyata saya belum minta ampun sama Tuhan. Saya belum meletakkan hak saya untuk membenarkan diri. Selama saya masih bawa-bawa hak itu, saya akan tetap bereaksi sama setiap kali orang melukai saya. Oh ya ampuunnn... Kenapa harus kita yang lurus?? Sedangkan orang itu ga mau ambil jalan lurus supaya hidup saya tenang, senang??... Yahh, gimana yaaa... Hidup benar soalnya  tujuannya bukan untuk merubah orang lain tapi bentuk ketaatan cinta kasih pada Tuhan. Fokus utamanya hubungan kita sama Tuhan. Hubungan kita dengan sesam...

Sedikit Cerita Tentang Menjadi Mama

Gambar
Kalau lagi dapet gini, bawaan melankolis jungkir balik. Puji Tuhan ga meledak2 kayak bulan2 sebelumnya. Masih bisa sabar sama Gi. Walau tetep ada marah kalau dia lagi susah dibilangin, ga sampai meledak2 kayak biasanya. Jadi Mama itu perjuangan lahir batin. Iya... Jadi inget emak di rumah huhuhuh. Nyiksa?? Iya Sakit? Iya Capek? Iya Sepadan ga sih?? Kalau mau hitung2an untung rugi. Ga. Ga sepadan sama sekali. Lebih enak single. Jalan2 sepuasnya. Pakai uang sendiri buat foya2. Nikmatin hidup tanpa tanggung jawab. Bener toohhh?? Tapiii... Aku hidup bukan lagi aku yang hidup... Hehhehee. Jauh sebelum saya nikah, sebelum hamilnya Gi, sebelum Gi lahir.. Saya sudah menyerahkan hidup saya dan semua hak saya sama Tuhan. Jalan2, nikmatin gaji sendiri, beli ini itu jadi ga begitu menarik lagi. Waktu saya memutuskan untuk mengambil bagian dalam rencana Tuhan buat menikah.. Saya menyerahkan 1 lagi hak saya pada Tuhan tentang kebebasan bersenang2 sendirian. Waktu saya meminta Tuhan menumbuhkan benih...

Taat Menabur dan Menyiram

Gambar
Beberapa hari ini saya merenung tentang mengambil apa yang kita inginkan dalam hidup. Jujur, beberapa tahun lalu saya sering terjebak dalam kata "Waktunya Tuhan". Tapi saya lebih sering merasakan mengatakan  "Waktunya Tuhan" karena didorong kemalasan untuk berusaha. Beberapa kali saya gagal dalam beberapa hal-- sebenarnya memang belum waktunya Tuhan, tapi saya pun ambil bagian mengapa waktu itu sampai tertunda. Ya karena saya sering menunda. Saya menunda menyelesaikan skripsi saya. Saya menunda belajar mendisiplinkan diri. Dan banyak hal-hal kecil yang saya tunda, akhirnya saya rasakan akibatnya hari ini. Beberapa hari ini saya teringat bagaimana  Tuhan proses hidup saya dengan pekerjaan tanganNya. Di awal saya mengalami perubahan hidup, saya begitu menggebu-gebu menceritakan kasih Tuhan. Saya mengimani dan memegang janji Tuhan bahwa jika 1 orang diselamatkan maka seisi rumah diselamatkan. Selesai Champion Gathering pembicara sering memberikan instruksi apa yang har...

Aku Bersyukur Pernah Menjadi Korban Pelecehan

Gambar
"Kalau Anda berani menyentuh wanita, otomatis sudah anda menunjukkan padanya kalau Anda tidak terintimidasi oleh kecantikannya." Cuitan yang mengajarkan bagaimana bisa menjadi cowo yang Ok ini menarik perhatian saya dan membuat saya memutar memori saya ke masa lalu. pengena tahu lebih? KLIK SINI AJA!!

Kamu Harus Olahraga

Gambar
Waktu tahu salah satu temen mulai olahraga di rumah, saya senang sekali. Kenapa begitu? Karena saya sangat merasakan manfaat dari olahraga. Olahraga bisa dibilang membantu saya bertahan hidup *halah. Sebelumnya saya tidak sesehat seperti sekarang. Semua berawal dari saya merasakan kaki kiri saya seperti ada yang salah di bagian pergelangan dan lutut. Sepertinya sih akumulasi dari saat saya masih bekerja harus naik turun tangga 4 lantai setiap hari (hampir 3 tahun). Waktu hamil jadi lebih kewalahan karena semua beban tertumpu di kaki. Di rumah pun tidak sofa (sempit boo),  tiap hari duduk berdiri untuk beraktifitas. Makin menjadilah kondisi kaki saya yang ga nyaman. Pertengahan tahun lalu saya memutuskan untuk rutin berolahraga berharap bisa punya badan yang fit seperti saat masa kuliah,  sebelum bekerja. Awalnya sih hanya lari pagi biasa. Merasa segar iya,  fresh iya, tapi saya masih ga puas dengan kondisi kaki yang susah diajak jalan lama. Ga enak. Kayak mau patah. Entah...

Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira

Gambar
Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga mempermasalahkan saya tetap sangat senang mendapat ucapan dan doa. Yaa... karena memang menantikannya. Tahun kemarin ulang tahun cuma dapet ucapan kurang dari 10 orang. Sedih? Agak. Mana suami juga di hari itu harus bawa papa mertua ke rumahnya sakit dan nginep buat jaga beliau di rumahnya. Mama mertua lagi pulang kampung mengurus adik ipar di Manado yang lagi sakit juga. Nelangsaaa? Iya... agak. Tapi udah belajar banyak untuk tidak melebih-lebihkan keadaan dalam sebuah drama. Belajar menikmati kesempatan apa yang Tuhan kasih saat itu. Balik ke teman saya yang inbox saya... Seperti yang saya ceritakan kemarin-kemarin, Smartphone saya rusak dan hanya bisa menggunakan HP jaman 90an. Cuma bisa telepon dan SMS maksudnya. Nah, saat sahabat saya menghubungi, tahu-tahu dia bilang mau kasih hadiah hp. Mau hp apa? Dia bilang dia sudah mau memberikan dari saat hp...