Tuhan, Sakittt
[Tuhan, Sakitt..] Aku duduk di sisi-Nya Tidak ada suara Tidak ada kata Hanya aku dan Dia Ucapan tak lagi sanggup menjelaskan Isi hati yang terdalam Tapi aku tahu Dia tahu Dia merasakan yang kurasa Dia menangis bersamaku Mengerti lukaku Ia tidak memihakku untuk membenarkan diri Tapi Dia mengerti lukaku Dia duduk bersamaku Dalam keheningan Dia mendengarkan sayatan hatiku Dalam kesunyiaan Dia mengerti sesakku Saat aku menangis Aku melihat luka yang kurasakan di matanya Ia mengerti Lebih mengerti dari yang kubayangkan Sakit.... Sakit... Sakit... Lalu rasa perih itu memudar Rasa sesak itu menjadi samar Ia menunjukkan janji-Nya Ia memberikanku pengertian yang tak pernah kukira Dia buka mataku Melihat apa yang Ia lihat Mengerti apa yang menjadi pikiran-Nya Saat aku tersadar lukaku telah Ia pulihkan Masih ada goresan di sana Tapi Ia menjadikannya hiasan Agar aku menjadi lebih dewasa Dan saat aku melihat wajah-Nya Semuanya jadi terasa mungkin Mungkin untuk aku bisa mengampuni Mungkin untuk aku ...